11/05/2021 | Toyota In Indonesia

10 Cara Mengetahui Kaki-Kaki Mobil Rusak.

    Bagikan     Bagikan

10 Cara Mengetahui Kaki-Kaki Mobil Rusak

Kaki-kaki mobil adalah bagian paling rentan rusak dari sebuah kendaraan. Bagian ini berfungsi menstabilkan pengendalian sehingga bakal terus bergerak selama kendaraan dijalankan. Oleh karena itu, Pelanggan perlu memahami cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak, sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada komponen lainnya.

1. Arah roda berubah

Salah satu cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak adalah dengan melihat arah pergerakan roda. Kalau saat berkendara Anda merasakan roda tak stabil, bergerak ke kiri dan kanan, serta mobil terasa melayang diikuti setir yang terasa liar, maka artinya fungsi tie rod mobil sudah rusak. Perlu diketahui, pada mobil dengan sistem kemudi rack and pinion, bagian tie rod end adalah komponen yang paling gampang terganggu. Jadi, kalau Pelanggan merasakan arah roda berubah saat mengendarai mobil, itu artinya perlu melakukan pengecekan pada tie rod.

2. Tapak ban terkikis

Tapak ban terkikis bisa jadi salah satu tanda kalau kaki-kaki mobil Anda rusak. Seringnya, permukaan tapak ban terkikis tidak merata (bergelombang searah dengan putaran roda) disebabkan oleh rusaknya shockbreaker. Selain berpengaruh pada fungsi ban, kerusakan shockbreaker juga menyebabkan rembesan oli menetes ke luar dari komponen tersebut. Cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak di bagian shockbreaker adalah dengan menggenjot ujung kap mesin atau bagasi mobil beberapa kali menggunakan tangan. Kalau mobil hanya berayun sekali setelah tekanan tangan dilepaskan dari kap, itu tandanya shockbreaker Anda baik. Namun, kalau mobil sampai berayun beberapa kali, maka sudah pasti shockbreaker rusak dan perlu diganti.

3. Timbul bunyi dan roda bergoyang

Apakah Pelanggan pernah merasakan roda mobil kurang stabil dan bergoyang saat melintasi jalan bergelombang dan berlubang? Kalau memang iya, itu berarti salah satu tanda kaki-kaki mobil bermasalah pada bagian ball joint. Ketika ball joint sudah afkir, maka gejala awal yang terdeteksi adalah kaki kaki mobil bunyi kletek kletek dan roda bergoyang saat di jalanan tak rata. Getaran pada roda ini juga bisa merembet ke bagian lingkar setir yang ikut tidak stabil.

4. Muncul suara dengung

Cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak yang berikutnya adalah dengan mendengarkan kemunculan bunyi dengung. Berbeda dari kerusakan lain yang menyebabkan suara keras dan mengganggu, masalah pada kaki-kaki mobil, terutama di bagian bearing, akan memunculkan bunyi dengung. Tanda lainnya juga bisa berupa bunyi mirip logam tergerus saat Anda mengendarai mobil dalam kecepatan relatif rendah. Untuk memastikannya, Anda bisa membelokkan roda ketika mobil berjalan. Kalau saat mobil dibelokkan ke kiri, suara dengung hilang, itu tandanya bearing sisi kiri yang rusak. Sebaliknya, bila mobil digerakkan ke kanan dan suara dengung hilang, tandanya bearing sisi kanan yang rusak.

5. Mobil limbung saat di tikungan

Apabila mobil terasa limbung saat berada di tikungan, itu artinya ada komponen pendukung kaki-kaki mobil yang rusak. Komponen pendukung yang dimaksud adalah bushing, seperti stabilizer dan swing arm yang gunanya untuk menstabilkan gerakan kendaraan saat di tikungan. Kalau bushing ini rusak, maka akan muncul suara kletek-kletek, mobil terasa melayang, dan limbung ketika harus berbelok.

6. Per bermasalah

Per mobil sebenarnya termasuk komponen yang jarang sekali mengalami masalah. Akan tetapi, tetap tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan pada komponen ini. Sebaiknya, Pelanggan tidak menyepelekan bagian per karena kalau sudah rusak, gejalanya cenderung susah dideteksi hingga menyebabkan per daun dan per keong patah. Kalau sampai per daun dan per keong patah, maka secara otomatis bagian kaki-kaki mobil akan ikut bermasalah. Cara mengetahui kaki-kaki mobil bermasalah di bagian per adalah suara berderit dan efek bunyi seperti menggerus. Biasanya, gejala ini bakal muncul pada per daun. Sedangkan, apabila masalahnya di per keong, maka tidak ada tanda-tanda yang ditimbulkan hingga tiba-tiba per tersebut patah.

7. Ban aus

Kondisi ban aus sebenarnya berhubungan dengan rusaknya bagian kaki-kaki mobil. Namun, hal tersebut jarang dipahami oleh pemilik kendaraan karena mengira penyebabnya adalah salah memposisikan ban. Makanya, jika Pelanggan menemukan ban kendaraan aus, dengan ciri ausnya tidak merata dan terjadi hingga ke telapak bagian dalam, segera atasi masalah tersebut dengan mengganti ban. Kalau sudah diganti, pastikan untuk menjaga tekanan angin sesuai yang direkomendasikan untuk tiap bannya.

8. Spooring berubah

Spooring mobil adalah setelan sudut keselarasan roda dengan permukaan jalan. Setiap mobil biasanya akan menjalani servis spooring rutin untuk menyelaraskan roda dengan jalanan. Akan tetapi, bila arah sudut keselarasan roda terlihat berubah saat servis spooring meski sudah beberapa kali dilakukan penyelarasan, itu tandanya kaki-kaki mobil Anda bermasalah. Cara mengetahui kaki-kaki bermasalah melalui spooring adalah dengan menempatkan setir pada kondisi lurus. Kemudian, coba jalankan mobil pada kecepatan sedang, 40-60 km/jam. Kalau saat melaju terdeteksi arah mobil melenceng atau condong ke sisi kiri dan kanan, maka Anda bisa melakukan spooring. Tapi kalau sudah selesai spooring dan mobil tetap condong berat ke kanan atau kiri, maka bisa dipastikan kaki-kaki mobil bermasalah.

9. Velg peyok atau retak

Cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak bisa Anda cek dengan melihat kondisi velg kendaraan. Kalau dari luar kondisi fisiknya mengalami kerusakan, seperti ada tanda-tanda retak, penyok, dan seolah luka-luka, maka sudah pasti terjadi masalah. Anda sebagai pemilik mobil harus bertindak cepat dengan melakukan penggantian velg ke komponen baru atau memperbaikinya di bengkel yang melayani repair velg. Bila tidak lekas diperbaiki, velg penyok akan membuat kendali mobil tidak stabil dan membahayakan pengemudi di dalamnya.

10. Rem terasa tidak enak

Cara mengetahui kaki-kaki mobil rusak yang terakhir adalah melalui rem. Kalau rem terasa kurang nyaman ketika diinjak, maka itu tandanya ada masalah. Pelanggan bisa mencoba dua cara ampuh mengetes kondisi kaki-kaki mobil melalui fungsi rem. Pertama, tekan secara teratur pedal rem saat mobil dalam kondisi berhenti. Jika terasa agak membal, maka itu tandanya ada sedikit udara dalam salurannya. Kedua, jalankan mobil dalam kecepatan sedang antara 40-60 km/jam, kemudian injak rem. Kalau Pelanggan butuh tenaga lebih banyak untuk menginjak pedal rem demi menghentikan mobil, maka kemungkinan booster rem rusak. Namun, bisa juga penyebabnya adalah minyak rem kurang dengan tanda injakan pedal rem kedua lebih berat daripada yang pertama.